Loading...

Ganasnya Covid 19, Drama Kesedihan Satu Keluarga Satu Persatu Meninggal Dunia, Ayah dan Ibu Menjemput Maut Hanya Berjarak 30 Menit



Sampai saat ini, mungkin masih yang banyak bertanya-tanya terutama orang awam, apa itu Covid-19 sesungguhnya?

Ya, dari segi gejalanya, mirip seperti sakit biasa yang kerap diidap masyarakat Indonesia. Seperti flu dan juga batuk.

Namun dampak yang ditimbulkan sungguh mengerikan.

Dapat menghilangkan nyawa penderitanya dalam hitungan jam atau bahkan menit saja. Di samping itu, juga memberikan efek nular ke orang-orang yang melakukan kontak fisik.

Dan semua momen ini telah disaksikan secara langsung oleh pemilik Twitter @Nonameaja35 atau bernama asli Syah Firdan Alif.

Sebelumnya, dia juga seperti orang awam yang sempat tak mempercayai adanya wabah virus ini.

Tapi begitu salah seorang anggota keluarganya terpapar, dia tersadar dan tak menganggap remeh pandemi ini.

“Covid nggak main2 lo ya, keluargaku kena semua, ayah dan mamaku meninggal dalam 1 hari, selisih 30 menit aja, kemudian besoknya nenekku juga meninggal, sedangkan aku dirawat 18 hati, dan skrg harus hidup sendirian, jadi jangan dianggap remeh,” tulisnya di laman Twitter, Sabtu (1/8).

Lebih lanjut, dia menceritakan ayahnya yang lebih dulu terpapar Covid-19.

“Jadi waktu itu yang mengalami gejala pertama kali itu ayah saya mulai 30 Mei sudah mulai demam dan batuk kemudian sampai akhirnya sesak napas akut,” dia mengisahkan.

“Ayah saya sempat bilang takut kalau ini gejala Covid-19, tapi kata dokternya, ‘Tenang saja, Pak, ini bukan Covid-19’. Ya sudah kita obati sebisanya, seperti flu biasa,” jelas Firdan.

Hal itulah yang akhirnya memperparah kondisi. Sekeluarganya yang menganggap sang ayah hanya terkena flu biasa lantas melakukan kontak fisik seperti biasa.

“Iya (tertular dari sang ayah). Memang kontak langsung, kan ayah sakit juga minta dipijit, cuci baju juga jadi satu, alat makan juga jadi satu, kan kata dokter hanya flu biasa, jadi kita tidak ada pikiran sampai ke situ,” ucapnya.

Dari situ, mamanya mulai ikut terjangkit lalu disusuli neneknya, dan terakhir Firdan sendiri.

Namun nyawa Firdan dapat diselamatkan, tidak dengan nyawa ayah, ibu dan neneknya. Bahkan jarak kepergian anggota keluarga tercintanya sangat dekat, hitungan menit dan hari.

“Pada 11 Juni pukul 07.00 WIB, mama saya meninggal, disusul pukul 07.30 WIB, ayah saya juga meninggal,” cerita Firdan.

Keesokan harinya, sang nenek menyusul.

Kepergian tiga anggota keluarganya sekaligus ini sontak menyisakan duka yang amat mendalam bagi Firdan. Apalagi, saat itu dia masih harus dirawat di rumah sakit seorang diri tanpa ditemani satu sanak saudara pun.

“Dirawat di rumah sakit juga sendirian, tidak ada keluarga yang nungguin, jadi sedih kalau ingat itu,” ucapnya.

Karena itu, Firdan meminta masyarakat untuk tidak pernah menganggap remeh pandemi Covid-19. Selalu mematuhi imbauan pemerintah dan protokol kesehatan.

“Ya Covid-19 ini enggak main-main ya. Keluarga saya sudah kena semua. Semoga orang-orang tidak mengalami seperti yang saya alami,” harapnya. Demikian melansir tribunstyle.com.

0 Response to "Ganasnya Covid 19, Drama Kesedihan Satu Keluarga Satu Persatu Meninggal Dunia, Ayah dan Ibu Menjemput Maut Hanya Berjarak 30 Menit"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.