KERAP Pamer Gaya Hidup Mewah, Selebgram Asal Medan Kini Diciduk Polisi, Rupanya Gelapkan Uang Arisan







    Terjawab sudah dari mana uang yang dipakai oleh selebgram asal Medan, Dea Rizky Andriani, untuk bermewah-mewahan.

    Rupanya ia menjadi orang yang bertanggung jawab atas penggelapan uang arisan online sebesar Rp 20 miliar.

    Sudah 6 bulan lamanya keberadaan Dea Rizky Andriani tak diketahui.

    Selebgram Dea Rizki Andriani (Instagram)

    Sebelumnya, peserta arisan online pernah menggeruduk rumahnya, namun Dea tak berada di rumah.

    Belakangan Selebgram Cantik Medan ini suka memamerkan kemewahan dan tubuhnya.

    Termasuk saat terpantau sedang liburan ke Bali.

    Pada Desember 2017 silam, nama Dea Rizky Andriani mendadak viral.


    Namanya ramai disebut-sebut telah melarikan uang arisan online.  

    Kabar  viral itu berawal dari sebuah unggahan akun Instagram @para_pejuang_ldr, Senin (7/12/2020).

    Dalam unggahannya, akun Instagram  @para_pejuang_ldr menyebut Dea telah melarikan uang para peserta arisan 

    "Tolong untuk @dearizkyandrianii, kamu sebagai owner arisan online jangan lari dari tanggung jawabmu."

    "Kasihan mereka yang sudah kamu makan uang mereka," tulis akun @para_pejuang_ldr.

    Akun tersebut mengatakan bahwa selebgram itu melarikan uang peserta arisan online hingga miliaran rupiah.

    Untuk itu, para peserta arisan online menuntut selebgram cantik itu untuk bertanggung jawab mengembalikan uang peserta. 

    "Uang yang ada samamu bukan hitungan ratusan juta, tapi miliar."

    "Tolong dulu dek, muncul dan pertanggungjawabkan perbuatanmu," lanjut akun tersebut.

    Beberapa netizen ikut berkomentar.

    "Karma real datang kan. Ingat dia pernah nyumbang sama seorang kakek, terus nyebar story sok baik dan besoknya dia tarik kembali uang sumbangan itu, sampai bawa bawa media. Buat keluarga sikakek malu karena diberitakan cuman manfaatin dia. Waktu dia Tarek uang sumbangan yang dari dia itu, aku lihat story-nya langsungg bekutuk hati ini 'cepat lah kau kenak karma dheaa, sombongmu luar biasa', nahhhhh sekarang dah kenakkk," tulis @mawarnii07.
    "Tuhan gak tidur, itu aja jawabnya hahaha, ya iyah gak tidur digelapkannya uang orang hahaha," tulis akun lmrgthaa.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, Selasa (28/4/2021) menyebut selebgram tersebut sudah diamankan oleh personel Polsek Percut Seituan.

    Dea Rizky Andriani (tribun jateng)

    Hingga saat ini, Dea Rizky Andriani sedang menjalani pemeriksaan.

    Kabar ditangkapnya Dea Rizky Andriani dibenarkan oleh Kapolsek Percut Seituan AKP Janpiter Napitupulu.

    "Iya, tersangka sedang menjalani pemeriksaan," ujar Janpiter.

    Dalam unggahannya, dia kerap tampil seksi dengan gaya hidup mewah.

    Sering memamerkan kekayaannya, tak heran jika banyak netizen yang tertarik mengikuti arisan online yang dikelolanya.

    Dalam unggahan sorotan di profil Instagramnya, Dea juga menyematkan beberapa testimoni lengkap dengan bukti transfer dari peserta arisan online yang dikelolanya.

    Namun kini banyak netizen menyuruh Dea untuk mengembalikan uang arisan.

    Bahkan Dea telah menutup kolom komentar di akun Instagramnya. 

    PANTAS Nekat Kirim Karangan Bunga, Irene Ngaku Ditipu Rp 17 Juta: Masa Mau Ganti Dicicil Rp 20 Ribu

    Berita viral karangan bunga di acara pernikahan di Sragen, Jawa Tengah masih menyita perhatian publik.

    Irena, sang pengirim karangan bunga mengaku kesal lantaran merasa tertipu dengan pemilik arisan online yang sempat ia ikuti.

    Terlanjur kesal dan tak menemukan ganti rugi, Irena lantas nekat mengirim karangan bunga ke pernikahan kerabat sang pemilik arisan online.

    Sontak kiriman karangan bunga di sebuah pernikahan di Sragen ini sontak menghebohkan warganet.

    Kini Polres Sragen masih terus mengumpulkan bukti terkait dugaan arisan online bodong tersebut.

    Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan, pelapor sudah mengirim bukti-bukti menyangkut uang arisan yang digelapkan.

    Karangan bunga pernikahan di Sragen yang viral. Wujud kekesalan member arisan bodong (Instagram/irenejunitas)

    "Namun demikian kami akan mengumpulkan alat bukti terlebih dahulu," tuturnya kepada Tribunsolo.com, Rabu (6/1/2021).

    Adapun perkembangan kasus ini masih sebatas memeriksa saksi-saksi.

    "Kami baru melakukan pemanggilan kepada saksi-saksi sebanyak lima kali," kata dia.

    Polisi baru akan melakukan gelar perkara terkait kasus ini apabila ada unsur pidana.

    "Mekanismenya begitu (ditemukan unsur pidana)," ungkapnya.

    Sebelumnya diberitakan, viral pernikahan di Sragen dihadiahi karangan bunga selamat menikmati uang haram pada 23 Desember 2020.

    Singkatnya, anggota arisan yang ikut arisan bodong tersebut merasa uang iuran mereka digelapkan oleh pengelola.

    Kerugian dari arisan ini mencapai Rp 1 miliar.

    Viral Karangan Bunga

    Sebuah foto karangan bunga yang diletakkan di sebuah pernikahan di Sragen, viral di media sosial.

    Bagaimana tidak, karangan bunga itu bertuliskan 'Selamat Menikah Kakaknya Mia Wida, Selamat Menikmati Uang Haram 1M Hasil Nilep Arisan, Kapan Nih Dibayar Shay. Member Arisan By Wida'.

    Foto itu diposting pada 23 Desember 2020 lalu.

    Lalu, seperti apa cerita sebenarnya?

    Adalah Irene Junitasari (21) yang memposting foto itu di akun Instagram-nya.

    Irene mengatakan, ia jengkel karena merasa tertipu dengan arisan bodong.

    Pengelola arisan itu, adalah kerabat dari mempelai yang menikah.

    Irene menceritakan bergabung dengan arisan itu pada tahun lalu.

    "Awalnya saya ikut arisan itu karena saudara saya," katanya, Selasa (5/1/2021).

    Ia dan saudaranya, sama-sama tertipu dalam arisan bodong itu.

    Menurutnya, selama ikut arisan uang yang sudah ia keluarkan sekitar Rp 17 juta.

    Namun demikian, uang yang digelapkan oleh saudaranya itu mencapai Rp 1 miliar.

    "Uang Rp 1 miliar itu dari seluruh anggota, tapi totalnya berapa orang saya enggak tahu," ungkapnya.

    Irene merasa ada kejanggalan dengan arisan tersebut saat grup WhatsApp yang berisikan anggota arisan mendadak dikunci.

    "Setelah grupnya dikunci, semua member yang ada di dalamnya dikeluarkan satu per satu," katanya.

    Peristiwa itu terjadi pada Agustus 2020.

    Berawal dari situ, semua anggota arisan mulai khawatir dengan uang yang telah mereka keluarkan.

    Mereka pun berusaha mencari kejelasan terkait dengan uang yang dibawa si pengelola arisan.

    "Kami sudah berkali-kali mendatangi rumahnya dan meminta kejelasan kemana uang kami,"

    "Tapi pas di rumahnya jawabannya enggak memuaskan dan terkesan menutupi. Bahkan kami sempat diusir," jelasnya.

    Lantaran tak kunjung mendapat kejelasan, mereka melapor ke Polres Sragen pada November 2020.

    "Sampai saat ini laporan kami masih terus berjalan," kata dia.

    Irene menyebut, keluhan mereka sempat diunggah di sosial media pada Desember kemarin dan berujung viral.

    "Setelah viral dan kami lapor polisi, baru si pengelola arisan ini menunjukkan etiket baik," imbuhnya.

    Namun bentuk pertanggungjawabnya dinilai tidak memuaskan.

    "Masak mau mengganti uangnya dengan mencicil Rp 20.000.

    Itu juga tidak ke semua anggota arisan dia bilang begitu," ujarnya.

    Merasa jengkel dengan arisan yang tak ada solusinya, member arisan kemudian punya inisiatif mengirim karangan bunga tersebut.

    Karangan bunga itu dikirim di acara pernikahan adik si penggagas arisan.

    "Pernikahan itu tanggal 23 Desember 2020.

    Para member urunan untuk mengirim karangan bunga tersebut," kata Irene. (Tribun Medan/Tribun Solo)