Pelatihan Tidak Masuk Akal, Media Asing Sebut Awak Kapal KRI Nanggala-402 Lebihi Kapasitas: Sulit Meyakinkan





    Lebih dari 72 jam pencarian, KRI Nanggala-402 milik TNI AL dinyatakan tenggelam.

    Tak cuma itu, seluruh awak kapal KRI Nanggala-402 dinyatakan gugur dalam menjalankan tugasnya.


    Dikutip Zonajakarta.com dari Reuters, KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam buatan Jerman.


    KRI Nanggala-402 berbobot 1.395 ton dibuat di Jerman pada tahun 1978, menurut situs sekretariat kabinet Indonesia, dan menjalani dua tahun reparasi di Korea Selatan yang selesai pada tahun 2012.


    Dilansir Zonajakarta.com dari media Korea Selatan, Hankook Ilbo dalam artikel terbitan 22 April 2021, menyebut pelatihan yang dilakukan KRI Nanggala-402 tidak masuk akal.


    "Kapal selam Angkatan Laut Indonesia buatan Jerman yang hilang setelah membawa 53 orang itu ternyata merupakan pelatihan yang tidak masuk akal.


    Sulit untuk meyakinkan bahwa kapal selam tua, yang memiliki umur panjang dan belum dirawat dengan baik, digunakan untuk pelatihan peluncuran torpedo.

    Bahkan kapal selam tersebut diketahui tidak pernah menjalani pelatihan kapal selam selama tiga tahun," tulis Hankok Ilbo dalam artikel berjudul Kapal Selam Indonesia Hilang Setelah Mengangkut 53 Orang, Kenapa Dilatih Tidak Masuk Akal?.


    "Pelatihan pada hari kecelakaan merupakan pelatihan simulasi untuk memeriksa fungsi sebelum peluncuran torpedo keesokan harinya.


    53 orang di dalamnya, lebih dari kapasitas (34), termasuk 4 warga sipil. Para pemimpin militer seperti Panglima TNI turut meninjau.


    'Alugoro 405' kapal selam baru yang dikirimkan Korea Selatan bulan lalu juga ikut berpartisipasi, namun torpedo milik TNI AL memiliki spesifikasi yang berbeda, sehingga torpedo tersebut diluncurkan oleh Nangala 402.


    Seorang ahli kapal selam berkata, 'Ada kemungkinan sejumlah besar air laut masuk saat membuka dan menutup pipa torpedo dalam proses pelatihan yang dilakukan tepat sebelum peluncuran, atau karena itu adalah kapal selam yang sangat tua, sistem perpipaan air laut bisa tidak tahan tekanan air, 'ujarnya.


    Nangala 402 adalah kapal selam diesel dengan bobot 1.400 ton yang dibuat di Jerman pada tahun 1980, 41 tahun yang lalu, dan dikirim ke Indonesia pada tahun berikutnya.


    Mengingat kapal selam biasanya bertahan 25 tahun, KRI Nanggala-402 sudah cukup tua.


    Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd. melakukan perawatan yang terakhir pada tahun 2012 selama dua tahun untuk sepenuhnya memulihkan dan meningkatkan seluruh senjata.


    Pemeliharaan kapal selam harus dilakukan setiap enam tahun sekali hingga masa layannya, dan setelah itu lazim untuk mempersingkat jangka waktu tersebut, yang artinya pemeliharaan kapal selam belum dilakukan selama sembilan tahun.


    Pemeliharaan kapal selam itu dijadwalkan tahun depan. Bahkan sumber militer setempat mengatakan kepada Hankook Ilbo bahwa 'kapal selam itu tidak pernah tenggelam sejak 2018'," tulis media Korea Selatan tersebut.***ZJ